Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

Simulasi TKA Kemendikbudristek 2026

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah membuka akses simulasi Tes Kemampuan Akademik untuk siswa berbagai jenjang. Siswa mempraktikkan soal secara gratis melalui platform resmi. (04/02/2026)

Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi alat penting yang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) luncurkan untuk mengukur capaian belajar siswa. Asesmen ini menggantikan Ujian Nasional (UN) yang sebelumnya berlaku. 

Kemendikdasmen merancang TKA agar siswa memperoleh laporan capaian akademik yang terstandar dan objektif. Siswa dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK/MAK mengikuti tes ini secara sukarela. 

Tujuan utama TKA meliputi pemberian informasi capaian akademik untuk seleksi, serta peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan.Pemerintah menetapkan TKA melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 9 Tahun 2025. 

Article ad in the middle of article

Aturan ini menegaskan TKA sebagai asesmen standar nasional yang mengukur kemampuan siswa pada mata pelajaran tertentu. Tidak seperti UN yang wajib, TKA bersifat opsional. Siswa memanfaatkannya untuk diagnostik kemampuan diri sebelum menghadapi seleksi akademik. 

Kemendikdasmen menekankan bahwa TKA membantu menyamakan hasil belajar antar-satuan pendidikan, sehingga proses seleksi berjalan adil.

Simulasi TKA Kemendikbudristek 2026
ilustrasi simulasi TKA 2026

Apa Bedanya TKA dengan UN dan Asesmen Nasional?

Siswa sering membandingkan TKA dengan UN. UN dahulu berfungsi sebagai penentu kelulusan, sementara TKA fokus pada pengukuran capaian individu tanpa memengaruhi kelulusan. 

Kemendikdasmen menghapus UN karena berbagai permasalahan, seperti ketidaksetaraan akses dan tekanan psikologis pada siswa. 

TKA hadir sebagai solusi yang lebih fleksibel dan objektif. Berbeda dengan Asesmen Nasional yang menilai sistem pendidikan secara keseluruhan, TKA menargetkan performa siswa perorangan. 

Asesmen ini mencakup mata pelajaran wajib seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, serta pilihan sesuai jurusan.

Edubrand, platform pendidikan independen, menyebut TKA sebagai diagnostik awal kompetensi siswa. Mereka menyelenggarakan simulasi serupa untuk persiapan menghadapi TKA resmi. 

Siswa memanfaatkan simulasi ini untuk mengasah kemampuan secara komprehensif. Kemendikdasmen sendiri menyediakan kerangka asesmen yang detail, termasuk kompetensi yang diukur pada setiap jenjang. Untuk SMA/MA, tes mencakup pemahaman konsep dan penerapan pengetahuan dalam konteks nyata.

Cara Mengakses Simulasi TKA Gratis

Kemendikdasmen membuka simulasi TKA melalui situs Pusat Asesmen Pendidikan. Siswa mengunjungi laman https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka untuk memulai. Langkah pertama, siswa memilih jenjang pendidikan seperti SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat, SMP/MTs/Sederajat, atau SD/MI/Sederajat. 

Kemudian, siswa memilih mata pelajaran yang ingin dicoba. Platform ini memuat soal secara otomatis setelah pemilihan.

Rumah Pendidikan, portal resmi Kemendikdasmen, menjelaskan akses melalui Ruang Murid. Siswa masuk ke akun Ruang Murid, pilih menu Latihan Soal, dan klik kotak Simulasi TKA. 

Tombol Coba Simulasi mengarahkan langsung ke platform Pusmendik. Fitur ini memungkinkan siswa berlatih tanpa batas waktu, sehingga mereka mengevaluasi kemampuan kapan saja.

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) merekomendasikan siswa mencoba simulasi ini sebelum tes resmi. Mereka menyoroti paket simulasi yang mencakup cakupan materi dari Peraturan Kepala BSKAP Nomor 45 Tahun 2025. 

Siswa memilih mata pelajaran wajib atau pilihan, seperti Fisika untuk jurusan IPA atau Ekonomi untuk IPS. Simulasi ini gratis dan dapat diakses siapa saja, termasuk guru dan orang tua.

Jadwal dan Persiapan TKA 2026

Kemendikdasmen menetapkan jadwal TKA 2026. Pendaftaran berlangsung dari 19 Januari hingga 28 Februari 2026. 

Simulasi untuk SMP digelar 23 Februari hingga 1 Maret 2026, sementara SD dari 2 hingga 8 Maret 2026. Siswa SMA/SMK mengikuti simulasi sewaktu-waktu melalui situs resmi. 

Wartasekolah.id melaporkan bahwa simulasi ini membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi tes utama pada April-Mei 2026.

Ruangguru menyediakan Kitab TKA SMA versi Lite sebagai pendukung. Siswa mencoba soal simulasi dengan pembahasan singkat. Platform ini melengkapi simulasi resmi Kemendikdasmen. 

Siswa mempelajari garis besar materi, seperti pemecahan masalah matematika atau analisis teks bahasa. Persiapan ini meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi asesmen.

OneDuMind, portal belajar independen, menawarkan latihan soal TKA untuk semua jenjang. Siswa mengasah kemampuan melalui simulasi yang mirip tes resmi. Fitur ini mencakup pembahasan soal, sehingga siswa memahami kesalahan dan memperbaiki kelemahan.

Manfaat Simulasi bagi Siswa dan Pendidikan

Siswa memperoleh manfaat besar dari simulasi TKA. Mereka mengetahui tingkat pemahaman materi sebelum tes sebenarnya. Guru memanfaatkan hasil simulasi untuk menyesuaikan pengajaran di kelas. Kemendikdasmen menargetkan peningkatan mutu pendidikan melalui data capaian ini. Asesmen seperti TKA mendorong siswa belajar mandiri dan kritis.

Simulasi TKA Kemendikdasmen membuka peluang siswa meningkatkan kemampuan akademik. Akses gratis ini mendukung pendidikan inklusif di Indonesia. Siswa, guru, dan orang tua berkolaborasi untuk memaksimalkan manfaat asesmen ini.

Sumber:
Article ad after last paragraph