Kamis, 10 September 2026
Hot

ICDC 2026 Dorong Komunikasi Pembangunan Berbasis Dialog dan Pengetahuan Bersama

ICDC 2026 di IPB University membahas komunikasi pembangunan berbasis dialog, partisipasi masyarakat, dan kolaborasi pengetahuan

Article ad before first paragraph

HARIAN EXPRESS, EDUFederasi Komunikasi Pembangunan Indonesia (FORKAPI) menggelar International Conference on Development Communication (ICDC) 2026 di Bogor, Rabu (9/9/2026).

Konferensi ICDC 2026 di Bogor pada 8-9 September 2026 mendorong 50 institusi lintas negara mewujudkan pembangunan partisipatif berbasis pertukaran pengetahuan.

Konferensi internasional tersebut menekankan bahwa komunikasi pembangunan tidak lagi hanya berfokus pada penyampaian informasi kepada masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam membentuk pengetahuan, mengambil keputusan, serta menjalankan proses pembangunan secara bersama.

ICDC 2026 berlangsung secara hibrida di Auditorium Andi Hakim Nasution, IPB University, Dramaga, Bogor. Kegiatan ini menghadirkan 15 pembicara pleno serta sedikitnya 100 makalah dari peneliti dan praktisi yang berasal dari 50 perguruan tinggi, organisasi nonpemerintah, serta lembaga pemerintah dari berbagai negara.

Article ad in the middle of article

Komunikasi Pembangunan Mengarah pada Proses Dialog

ICDC 2026 diselenggarakan oleh Federasi Komunikasi Pembangunan Indonesia (FORKAPI) dan Association of Development Communication Educators and Practitioners (ADCEP) Philippines, dengan berkolaborasi bersama IPB University dan Universitas Pakuan.

Saat membuka rangkaian kegiatan, Dewan Pakar FORKAPI sekaligus akademisi komunikasi pembangunan IPB University, Dr. Djuara P. Lubis, menyampaikan bahwa pembangunan membutuhkan proses komunikasi yang memungkinkan masyarakat menyampaikan pengalaman, menegosiasikan pengetahuan, memengaruhi keputusan, serta melakukan tindakan bersama.

“Tantangannya bukan sekadar mentransfer pengetahuan kepada masyarakat, melainkan menciptakan proses agar berbagai bentuk pengetahuan dapat bertemu, berkomunikasi, bernegosiasi, dan menghasilkan pengetahuan baru secara bersama,” ujar alumni University of the Philippines Los Baños (UPLB) tersebut.

Dr. Djuara menjelaskan bahwa komunikasi pembangunan perlu bergerak dari pendekatan satu arah menuju pendekatan yang lebih partisipatif. Menurutnya, pembangunan harus melibatkan masyarakat sebagai bagian dari proses penciptaan solusi.

“Mari bergerak dari transmisi menuju dialog, dari persuasi menuju partisipasi, dari transfer pengetahuan menuju penciptaan pengetahuan bersama, dan dari pembangunan untuk masyarakat menuju pembangunan bersama masyarakat,” tegasnya.

ICDC 2026 Dibuka Rektor IPB University

Rektor IPB University, Prof. Dr. Alim Setiawan Slamet, S.T.P., M.Si., membuka secara resmi pelaksanaan ICDC 2026. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyampaian keynote speaker oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria.

Dalam pidato kuncinya, Prof. Arif Satria menyampaikan pentingnya menjembatani pengetahuan dan praktik untuk mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan serta inklusif.

Pelaksanaan konferensi juga menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan gangguan penerbangan menuju Jakarta. Panitia menyebutkan sekitar 100 peserta tidak dapat hadir secara langsung. Untuk mengatasi kondisi tersebut, penyelenggara memperluas akses daring agar peserta tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian konferensi.

Panel Pleno Bahas Tantangan Pembangunan Masyarakat

Pada tiga panel pleno, para pembicara membahas berbagai isu pembangunan yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, mulai dari adaptasi petani terhadap perubahan iklim, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan, keadilan dalam pemanfaatan teknologi, masa depan media publik, hingga perkembangan teori dan metodologi komunikasi pembangunan.

Adaptasi Petani terhadap Perubahan Iklim

Said Abdullah, M.Si. dari Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) memaparkan bahwa adaptasi petani terhadap perubahan iklim tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan informasi.

Ia menjelaskan hasil riset aksi bersama yang melibatkan 15 petani di Darim, Indramayu, menunjukkan bahwa dialog partisipatif dapat menghasilkan berbagai bentuk inovasi, seperti sekolah lapang pertanian ramah iklim, warung informasi iklim, serta peningkatan keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan komunitas.

“Riset aksi bersama 15 petani di Darim, Indramayu, memperlihatkan bahwa dialog partisipatif dapat melahirkan sekolah lapang pertanian ramah iklim, warung informasi iklim, dan keterlibatan perempuan yang lebih kuat dalam pengambilan keputusan komunitas,” ujar Said Abdullah.

Pemberdayaan Ekonomi UMKM Perempuan

Dalam pembahasan mengenai pemberdayaan ekonomi, kandidat Ph.D dan peneliti dari University of Reading, Inggris, Aria Widyanto, M.Sc., menekankan bahwa akses permodalan bukan menjadi satu-satunya tujuan dalam pengembangan UMKM perempuan.

Menurutnya, pertumbuhan usaha membutuhkan proses komunikasi yang melibatkan pengalaman langsung para pelaku usaha dalam merancang solusi.

“Pertumbuhan usaha juga membutuhkan proses mendengarkan pengalaman pelaku usaha, memvalidasi kebutuhan, serta merancang dan menguji solusi bersama mereka,” tutur President Commissioner at Amartha tersebut.

Teknologi dan Perspektif Gender

Prof. Sarah Cardey dari University of Reading, Inggris, menyampaikan bahwa teknologi dan inovasi tidak selalu bersifat netral gender. Strategi komunikasi pembangunan perlu memahami teknologi dalam konteks sosial, menghargai pengetahuan lokal, melibatkan tokoh yang dipercaya masyarakat, serta memperkuat jaringan komunitas.

Menurutnya, adopsi inovasi lebih tepat dipahami sebagai proses adaptasi, bukan hanya sebagai proses persuasi kepada masyarakat.

Masa Depan Media Publik dan Kecerdasan Artifisial

Dari perspektif media publik, Direktur Teknik LPP TVRI Bernardus Satriyo Dharmanto, M.Sc., membahas pentingnya menjaga akses, kepercayaan publik, serta kemampuan masyarakat untuk bertindak melalui media.

“Pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam produksi media harus tetap berada di bawah peninjauan dan pertanggungjawaban editorial manusia,” tuturnya.

Transformasi Keilmuan Komunikasi Pembangunan

Selain membahas praktik pembangunan, ICDC 2026 juga mengangkat perkembangan ilmu komunikasi pembangunan melalui kajian transformasi kurikulum Komunikasi Pembangunan IPB University dari K2020 menuju K2025 serta analisis terhadap 110 disertasi.

Hasil kajian menunjukkan adanya perubahan fokus penelitian dari pendekatan berbasis sektor menuju isu pembangunan yang semakin kompleks. Kajian komunikasi pembangunan saat ini mencakup berbagai aspek, seperti komunikasi digital, jejaring sosial, relasi kuasa, risiko, dan partisipasi masyarakat.

Menghubungkan Pengetahuan dan Praktik untuk Pembangunan Inklusif

ICDC 2026 mengusung tema “Development Communication: Bridging Knowledge and Practice for Sustainable and Inclusive Well-Being in Disruptive Era”.

Konferensi yang berlangsung pada 8–9 September 2026 tersebut menjadi forum pertukaran gagasan antara akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, dan organisasi masyarakat dalam memperkuat pendekatan komunikasi pembangunan yang menempatkan dialog, kolaborasi, serta penciptaan pengetahuan bersama sebagai bagian penting dari proses pembangunan.

Article ad after last paragraph