Findy Alfiansyah Penulis | Ridwan Habibie Editor
HARIANEXPRESS, JAKARTA – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta resmi mengukuhkan 13 Guru Besar baru dari berbagai disiplin keilmuan melalui Sidang Senat Terbuka, Rabu (30/9/2026).
Prosesi pengukuhan yang dipusatkan di Auditorium Harun Nasution, Kampus I UIN Jakarta, berlangsung sejak pukul 08.00 WIB dengan nuansa akademis yang kental dan penuh prestise. Momentum ini sekaligus mempertegas posisi UIN Jakarta sebagai lokomotif pengembangan integrasi keilmuan dan keislaman di kancah nasional maupun global.
Pengukuhan belasan profesor secara serentak ini bukanlah pencapaian biasa. Hal ini merepresentasikan kematangan ekosistem akademik perguruan tinggi dan komitmen tanpa henti dalam mencetak pemikir unggul yang siap menjawab tantangan zaman.
Keberagaman latar belakang keilmuan para guru besar baru ini memancarkan spektrum intelektual yang sangat luas, merangkum kepakaran di bidang hukum, tafsir, pendidikan, hingga kesehatan masyarakat.
Peristiwa bersejarah ini menuai apresiasi tinggi dari para tamu penting yang menghadiri Sidang Senat Terbuka tersebut. Salah satu dukungan datang langsung dari pihak perwakilan Kementerian Agama RI yang hadir sebagai undangan kehormatan.
“Lahirnya 13 Guru Besar baru dalam satu hari ini adalah wujud nyata akselerasi kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi di UIN Jakarta. Kami berharap gagasan dan kepakaran para profesor ini mampu merespons dinamika sosial serta memberikan kontribusi riil bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Apresiasi senada juga diungkapkan oleh perwakilan akademisi yang menyoroti pentingnya kepakaran baru ini bagi bangsa Indonesia. Kehadiran para pakar ini dinilai sangat responsif terhadap perkembangan zaman.
“Kehadiran para guru besar baru ini, dengan spektrum keilmuan yang membentang dari hukum konstitusi, pidana, hingga tafsir maqashidi, membuktikan bahwa UIN Jakarta sangat responsif terhadap denyut nadi peradaban. Pemikiran mereka sangat dinantikan untuk membumikan nilai-nilai keadilan dan memperkuat fondasi kebangsaan kita,” katanya.
Bidang kepakaran para akademisi yang dikukuhkan ini mencakup spektrum keilmuan yang luas, mulai dari hukum, tafsir, pendidikan, hingga kesehatan masyarakat. Berikut adalah daftar 13 nama Guru Besar baru yang kini resmi bergabung dalam Dewan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta:
- Prof. Dr. Raswan, M.Pd., M.Pd.I.
- Prof. Dr. Idris Thaha, M.Si.
- Prof. Dr. Nida Husna, HR., M.Pd., M.A., TESOL.
- Prof. Dr. Yuli Amran, MKM.
- Prof. Dr. A. Bakir Ihsan, M.A.
- Prof. Dr. Jaenal Aripin, M.Ag.
- Prof. Dr. Zubair, M.Ag.
- Prof. Dr. Hasani Ahmad Said, S.Th.I., M.A. (Guru Besar Bidang Tafsir Maqashidi)
- Prof. Dr. Sapiudin, M.Ag.
- Prof. Dr. Suwendi, M.Ag.
- Prof. Dr. Lilik Ummi Kaltsum, M.A.
- Prof. Dr. Ismail Hasani, S.H., M.H. (Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Konstitusi)
- Prof. Dr. Alfitra, S.H., M.Hum. (Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Pidana)
Selebrasi pencapaian gelar akademik tertinggi ini pada hakikatnya adalah peneguhan amanah intelektual. Bertambahnya amunisi pakar dari berbagai lintas disiplin ini diharapkan menjadi oase pemikiran yang tidak hanya memperkaya diskursus di ruang kelas, tetapi juga mampu memberikan sumbangsih nyata dalam perumusan kebijakan publik. Ke depan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memikul amanah besar untuk terus memimpin pencerahan peradaban dan memperkuat fondasi moderasi beragama di Indonesia.











