Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

Disdik Depok Soroti Gangguan Mata Anak SD Akibat Gawai

Disdik Depok menyoroti peningkatan gangguan mata pada siswa SD, termasuk minus dan silinder, akibat penggunaan gawai berlebihan. Pembatasan penggunaan gawai menjadi perhatian utama.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, DEPOK – Gangguan penglihatan semakin banyak ditemukan pada siswa sekolah dasar (SD) di Kota Depok. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok menyoroti pentingnya pembatasan penggunaan gawai setelah adanya temuan kasus di SDN Tapos 4, Rabu (29/7/2026).

PGI Kota Depok mengadakan bakti sosial pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis di SDN Tapos 4, Kecamatan Tapos. Kegiatan ini mendeteksi siswa dengan mata minus hingga tiga dan sejumlah lainnya mengalami silinder.

Penggunaan perangkat elektronik seperti gawai menjadi salah satu faktor signifikan yang perlu mendapat perhatian serius. Paparan layar dari handphone dan televisi dinilai berkontribusi besar terhadap kondisi ini.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kota Depok, Muchamad Zakky Fauzan, menyebut faktor utama ini setelah bertanya kepada dokter mata. Ia menekankan perlunya peran aktif orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai di rumah.

Article ad in the middle of article

Pembatasan waktu penggunaan perangkat elektronik juga dibutuhkan agar kesehatan mata anak tetap terjaga optimal. Menurut Zakky, dampak gawai ini cukup besar, bahkan anak SD banyak yang sudah mengalami minus dan silinder.

“Tadi saya sempat bertanya kepada dokter mata. Menurut penjelasan beliau, salah satu faktor yang cukup besar pada generasi sekarang adalah paparan dari perangkat elektronik seperti handphone dan televisi,” ujar Muchamad Zakky Fauzan (Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kota Depok).

“Kalau memang bisa dibatasi, ya dibatasi. Ternyata dampaknya cukup besar. Anak SD saja sudah banyak yang mengalami minus, bahkan ada juga yang terdeteksi silinder,” ungkap Muchamad Zakky Fauzan.

Kemampuan melihat dengan jelas sangat membantu siswa menyerap materi pelajaran secara optimal. Hal ini secara langsung akan berdampak positif pada hasil belajar mereka di sekolah.

Disdik Kota Depok juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak yang ingin berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) atau kegiatan sosial. Bantuan ini penting karena sekolah negeri tidak diperbolehkan memungut biaya dari orang tua maupun peserta didik.

“Sekolah negeri tidak diperbolehkan memungut biaya dari orang tua maupun peserta didik. Karena itu kami sangat berharap perusahaan, NGO, maupun pihak lain dapat membantu pelaksanaan kegiatan di sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutup Muchamad Zakky Fauzan.

Pemanfaatan program CSR diharapkan dapat menjangkau lebih banyak siswa yang membutuhkan dukungan. Inisiatif ini demi memastikan kesehatan mata optimal bagi generasi penerus di Kota Depok.

Article ad after last paragraph