Sabtu, 03 Oktober 2026
Hot

Hardiknas 2026 Banyuwangi, Mendikdasmen Tekankan Sistem Among dan Deep Learning

Mendikdasmen Abdul Muti menegaskan pentingnya sistem among serta pendekatan Deep Learning saat peringatan Hardiknas 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur.

Article ad before first paragraph

Ridwan Habibie Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti menegaskan bahwa hakikat utama pendidikan bertumpu pada upaya memuliakan peserta didik secara tulus dan penuh kasih sayang. Penegasan tersebut disampaikannya pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang berlangsung di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu, 2 Mei 2026.

Menurut Abdul Muti, proses pendidikan berorientasi untuk mengenali serta mengembangkan potensi kodrati anak. Konsep ini sejalan dengan ajaran luhur kepanduan pendidikan di Indonesia.

“Bapak Pendidikan Nasional kita, Ki Hajar Dewantara, meletakkan dasar dan nilai pendidikan dengan sistem among, yakni asah atau ilmu, asih atau kasih sayang, dan asuh berupa pendampingan atau pembinaan.”

Article ad in the middle of article

Keberhasilan orientasi belajar tersebut menuntut adanya keterpaduan dari berbagai pihak pendukung. Abdul Muti menyoroti pentingnya kolaborasi empat pusat pendidikan, yakni unit sekolah, ranah keluarga, lingkungan masyarakat, dan sarana media.

Selain kemitraan ekosistem, transformasi mutu pendidikan mensyaratkan adanya pondasi internal yang dikenal sebagai konsep tiga M. Fondasi ini mencakup Mindset atau cara berpikir maju, ketahanan mental, serta kelurusan misi.

Mendikdasmen mengingatkan bahwa tanpa kehadiran tiga aspek fundamental itu, deretan regulasi hanya akan berujung formalitas semata. Kebijakan dikhawatirkan sebatas berorientasi pada pemenuhan target administratif secara kuantitatif.

Guna mendongkrak standar mutu pendidikan secara nasional, Kemendikdasmen menetapkan Deep Learning atau pendekatan pembelajaran mendalam sebagai agenda prioritas. Strategi ini ditujukan untuk memantapkan pencapaian target mutu pembelajaran siswa.

Kelancaran skema belajar tersebut disokong oleh pembenahan fasilitas ruang kelas serta sarana penunjang pembelajaran. Kemendikdasmen pun menggulirkan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan beriringan dengan Digitalisasi Pembelajaran.

Langkah penyediaan sarana dilakukan agar aktivitas transfer ilmu berjalan kondusif pada lingkungan yang layak. Pada tahun 2025, agenda revitalisasi dan pembangunan telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan.

Bersamaan dengan agenda fisik, percepatan teknologi turut diwujudkan lewat distribusi perangkat digital. Alat papan interaktif digital (PID) tercatat telah dibagikan serta dimanfaatkan di lebih dari 288.000 satuan pendidikan.

Di samping sarana fisik, Kemendikdasmen menaruh atensi tinggi terhadap penguatan kapasitas dan status kesejahteraan guru. Peningkatan standar pengajar ditempuh melalui skema afirmasi kualifikasi formal secara bertahap.

Pada tahun 2025, pemerintah menyalurkan beasiswa kepada 12.500 guru yang belum berijazah Diploma IV atau Strata 1 (S1) via program rekognisi pembelajaran lampau (RPL). Kebijakan beasiswa RPL tersebut diperluas cakupannya hingga menyasar 150 ribu guru pada tahun 2026.

Berbagai agenda bimbingan teknis turut digulirkan untuk mengasah kapabilitas tenaga pendidik. Pelatihan yang disiapkan meliputi sektor Pembelajaran Mendalam, Bimbingan Konseling, Koding dan Kecerdasan Artifisial, Kepemimpinan Sekolah, hingga penguasaan Bahasa Inggris.

Kesejahteraan para guru terus didorong lewat jalur sertifikasi profesi. Besaran tunjangan sertifikasi kini telah dinaikkan dan disalurkan secara langsung setiap bulan, sementara guru honorer juga memperoleh alokasi insentif bulanan.

Penerapan pembelajaran mendalam turut diselaraskan dengan pembangunan fondasi karakter murid di sekolah. Kemendikdasmen menginstruksikan pembentukan iklim lingkungan belajar yang terjamin keamanannya secara jasmani, sosial, maupun spiritual.

Langkah preventif ini diwujudkan melalui pembiasaan budaya ASRI yang mencakup aspek Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Selain itu, satuan pendidikan didorong menginternalisasikan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH).

“Kita bangun atmosfer sekolah sehingga bisa menjadi rumah kedua bagi semua murid yang terbebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan,” kata Abdul Muti.

Sumber:
  • https://puslapdik.kemendikdasmen.go.id/shardiknas-2026-dasar-pendidikan-itu-asah-asih-dan-asuh/
Article ad after last paragraph